Kebutuhan akan keamanan ruangan pasti selalu didambakan setiap orang apalagi di kantor atau gedung yang memiliki ruangan yang hanya khusus bisa dimasuki staff tertentu. Bagi sebuah perusahaan, hal ini sangat diperlukan agar karyawan dan tamu merasa aman dan nyaman saat berada didalamnya.
Penerapan Access Control ke sebuah gedung sudah menjadi salah satu standard keamanan di perusahaan besar. Namun apa sebenarnya Access Control itu? Dan seberapa penting Access Control bagi sebuah perusahaan?
Contents
Apa itu Access Control?
Akses kontrol merupakan suatu sistem keamanan yang dirancang untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap suatu sumber daya atau area tertentu. Dalam konteks keamanan, akses kontrol berperan vital dalam melindungi informasi, aset, dan orang-orang dari ancaman atau akses tidak sah. Dengan menerapkan akses kontrol, sebuah organisasi atau individu dapat menjamin bahwa hanya orang-orang tertentu yang memiliki hak akses dapat memasuki area tertentu atau mengakses informasi tertentu.
Apa Saja Jenis-Jenis Access Control?
Dalam menggunakan Access Control, manajemen akses diatur ke beberapa aturan yang dikendalikan terpusat oleh otoritas tertentu. Aturan ini sudah didefinisikan di NIST Special Publication (SP) 800-53 yang berisi berbagai jenis Access Control.
Access Control Administratif (Administrative Access Control)
Mandatory Access Control (MAC)
Akses dikontrol berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh organisasi atau otoritas pusat, di mana pengguna tidak dapat mengubah kebijakan tersebut. Metode ini sering digunakan di lingkungan pemerintahan dan militer. MAC dapat membatasi pengguna dengan cara mencegah:
- Menyampaikan informasi kepada subjek atau objek yang tidak berwenang
- Memberikan hak istimewanya kepada orang lain
- Mengubah atribut keamanan pada subjek, objek, sistem, atau komponen sistem
- Mengubah aturan kontrol akses
Discretionary Access Control (DAC)
Pemilik sumber daya atau administrator memiliki kebebasan untuk menentukan siapa saja yang dapat mengakses sumber daya tersebut. Kekurangan dari metode ini adalah kurangnya kontrol terpusat, sehingga pengguna memungkinkan untuk:
- Memberikan informasi kepada subjek atau objek lain
- Memberikan hak istimewanya kepada subjek lain
- Mengubah atribut keamanan subjek, objek, sistem, atau komponen sistem
- Memilih atribut keamanan yang terkait dengan objek yang baru dibuat atau direvisi
- Mengubah aturan yang mengatur kontrol akses
Role-based Access Control / Rule-based Access Control (RBAC)
Role-based Access Control merupakan model keamanan yang banyak digunakan untuk membatasi akses ke sumber daya tertentu berdasarkan individu atau kelompok dengan fungsi bisnis yang ditentukan, misal tingkat eksekutif, staff back-end dan sebagainya daripada indentitas individu.
Rule-based Access Control merupakan model keamanan dimana administrator yang mengatur akses ke sumber daya namun berdasarkan pada kondisi tertentu, seperti waktu dan lokasi. Metode ini sering dipadukan dengan Role-based Access Control untuk menerapkan kebijakan dan prosedur akses.
Attribute-based Access Control
Hak akses diberikan berdasarkan atribut dengan mengevaluasi aturan, kebijakan, dan hubungan menggunakan atribut-atribut pengguna, sistem dan kondisi lingkungan. Pada NIST SP 800-53 tidak mendefinisikan ABAC namun pada Control Family, Access Control “AC-3: Access Enforcement” bagian 13 menjelaskan bahwa ABAC adalah kebijakan yang membatasi akses sistem dengan menggunanakan kombinasi:
- Atribut organisasi, seperti fungsi pekerjaan
- Atribut tindakan, seperti baca, tulis, dan hapus
- Atribut lingkungan, seperti waktu dan geolokasi
- Atribut sumber daya, seperti tipe data atau aplikasi
ABAC memungkinkan otoritas untuk menetapkan hak istimewa dan memberikan akses secara dinamis, sehingga berguna dalam environment cloud.
Komponen Access Control
Kredensial atau Metode Identifikasi
Kredensial adalah perangkat yang dibawa/ada pada pengguna sebagai kunci agar hak akses diterima. Kredensial bisa dalam bentuk:
- Kartu RFID, Kartu ini berisi chip yang menyimpan informasi tentang pengguna.
- Fob, perangkat kecil yang dapat dipasang di sebagai gantungan kunci atau sebagai perhiasan yang didalamnya menyimpan identitas pengguna.
- Sidik jari, Sidik jari pengguna dapat didaftarkan dan disimpan dalam database sistem Access Control untuk verifikasi identitas mereka.
Access Reader
Perangkat ini digunakan untuk membaca kredensial pengguna. Ada 3 jenis Access Reader yang tersedia, yaitu:
- Pembaca kartu proximity (reader proximity), Reader ini mampu membaca kartu RFID.
- Pembaca keypad (reader keypad), Reader jenis ini mengharuskan pengguna memasukan PIN untuk mendapatkan akses.
- Pembaca biometric (reader biometric), Reader ini dapat membaca sidik jari, pengenalan wajah dan fitur biometrik lainnya. Fitur jenis ini banyak digunakan di gedung bertingkat dan di pemerintahan.
Controller
Controller merupakan unit yang melakukan pemrosesan dan mengontrol informasi sehingga berfungsi sebagai otak dari sistem Access Control. Perangkat ini bertanggung jawab untuk membuat keputusan akses berdasarkan informasi yang diterima oleh Access Reader.
Perangkat Keras
Perangkat keras yang umum digunakan pada Access Control antara lain:
- Magnetic lock & Electric Dropbolt, kunci ini dapat dikendalikan oleh sistem Access Control untuk membuka dan menutup pintu
- Gagang pintu elektronik, gagang pintu ini dapat dikendalikan dengna sistem Access Control sehingga memungkinkan pengguna masuk tanpa membawa kunci.
- Barier, Barier yang digunakan seperti gerbang atau tirai, biasanya digunakan untuk mengakses area yang aman dan cukup luas.
Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang terdapat di Access Control digunakan untuk mengelola sistem, mengatur hak akses pengguna dan mencatat aktivitas pengguna. Perangkat lunak biasanya berupa aplikasi desktop atau website sehingga memudahkan administrator mengatur hak akses.
Alasan Memasang Access Control
Access Control memiliki peran yang sangat penting bagi keamanan gedung agar aset, informasi dan orang-orang yang ada didalamnya terlindungi. Perusahaan pasti memiliki alasan mengapa memilih Access Control sebgai pengaman ruangan mereka, berikut alasannya:
- Mencegah dari orang yang tidak memiliki hak akses, Access Control hanya mengizinkan orang yang memiliki hak akses dan dengan begitu tindakan ini dapat mengurangi resiko peluang tindakan kriminal.
- Manajemen Sumber Daya
Administrator dapat memanajemen sumber daya siapa saja yang dapat memiliki akses ke fasilitas tertentu seperti pihak eksekutif yang hanya memiliki akses ke kantor pribadinya dan staff back-end yang memiliki akses ke ruang server. - Pemanatuan Aktivitas
Sistem Access Control sudah dilengkapi dengan fitur pemantauan dan pencatatan aktivitas user yang masuk dan keluar gedung serta dapat melacak aktivitas yang mencurigakan. - Standar Regulasi
Beberapa bidang industri besar seperti perbankan, kesehatan dan keamanan memiliki peraturan yang mengharuskan menggunakan Access Control agar informasi pribadi dan data sensitif terlindungi dengan aman. - Meminimalisir Biaya Keamanan
Walaupun investasi pemasangan Access Control diawal cukup besar namun jika dihitung dalam jangka panjang dapat membantu mengurangi biaya keamanan seperti pengawasan yang dilakukan satpam disetiap pintu masuk dan perangkat tambahan lainnya.
Setelah memahami penjelasan mengenai Access Control, jenisnya dan bagaimana pengguna dapat mengakses ke fasilitas tertentu menggunakan Access Control, anda dapat memikirkan kembali akses kontrol seperti apa yang akan anda gunakan. Baik itu digunakan untuk rumah pribadi ataupun perkantoran.
Jika anda masih bingung Access Control apa yang cocok untuk kebutuhan perusahaan anda, maka ada baiknya konsultasi terlebih dahulu bersama Daniz. Kami telah melakukan pemasangan Access Control di berbagai sektor perusahaan dan melayani pemasangan Access Control di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Anda bisa langsung menghubungi kami melalui 0811 5422 582 / cv.daniz@gmail.com
